Jumat, 01 Februari 2013

akuntansi perusahaan manufaktur

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Perusahaan manufaktur membeli bahan baku, mengolah bahan baku menggunakan tenaga kerja dan biaya overhead menjadi produk  jadi dan menjual ke pelanggan dan pembeli. Fungsi akuntansi dalam perusahaan manufaktur  yaitu pencatatan atas proses produksi. Pencatatan akuntansi di perusahaan maufaktur dilakukan dengan menggunakan metode perpectual dan periodik.
Pengeluaran-pengeluaran yang terjadi di perusahaan manufaktur dikategorikan menjadi 2, yaitu:
1.      Pengeluaran produsi : semua pengeluaran yang terkait dengan kegiatan proses produsi
2.      Pengeluaran non-produksi : pengeluaran-pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan kegiatan proses produksi.
KOMPONEN PENGELUARAN ( HARGA POKOK ) PRODUKSI
a.       Pengeluaran bahan baku langsung : terdiri dari pengeluaran-pengeluaran untuk memperoleh bahan baku  langsung yang digunakan dalam prses produksi.
b.      Pengeluaran tenaga kerja langsung : terdiri dari pengeluaran-pengeluaran untuk membayar upah tenaga kerja langsung yang diperlukan untuk pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.
c.       Pengeluaran overhead pabrik : terdiri dari semua jenis pengeluaran produksi yang tidak memenuhi kriteria sebagai pengeluaran bahan baku langsung atau pengeluaran tenaga kerja langsung.
PENCATATAN AKUNTANSI DALAM PROSES PRODUKSI
Secara umum proses produksi di perusahaan manufaktur terdiri dari 3 tahap, yaitu : Pertama, perusahaan membeli bahan baku dari pemasok dan memasukkan bahan baku ke proses produksi. Kedua, perusahaan membutuhkan tenaga kerja dan fasilitas pendukung untuk mengolah bahan baku tersebut menjadi produk jadi.  Ketiga, menghasilkan produk jadi.
Akuntansi melakukan pencatatan untuk setiap tahap dalam siklus proses produksi diperusahaan manufaktur.
1.      Pertama, perusahaan mencatat pembelian dan penggunaan bahan baku untuk diproses menjadi barang dalam prses.
a.        Pembelian bahan baku
 Persediaan bahan baku                 xx
          Utang/kas                                        xx
b.      Penggunaan bahan baku
Persediaan barang dalam proses   xx
        persediaan bahan baku                                  xx
biaya overhead pabrik                   xx
        persediaan bahn baku                                    xx

2.       Kedua, perusahaan mengakui pengeluaran tenaga kerja dan juga pengeluaran overhead pabrik selama pemrosesan bahan baku menjadi barang dalam proses.
a.       Pembayaran biaya tenaga kerja
biaya tenaga kerja pabrik              xx
      kas                                                       xx
3.       Ketiga, pada saat barang dalam proses telah selesai maka perusahaan mengakui adanya produk jadi.
Persediaan produk jadi                 xx
      Persediaan barang dalam proses         xx
4.      Keempat, produk jadi tersebut dijual melalui transaksi jual beli dengan  dengan para pelanggan.
Piutang dagang/kas                       xx
      Penjualan                                             xx
HPP                                               xx
      Persediaan roduk jadi                         xx

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar